Wednesday, July 17, 2024
HomeKecantikanPenyebab Rambut Rontok Parah

Penyebab Rambut Rontok Parah

Waspada jika rambut rontok berlebihan

Berikut ini adalah Beberapa Faktor Penyebab Rambut Rontok Parah dan Berlebihan

Rambut rontok wajar kita alami saat bersisir. Kalau rontok dalam jumlah wajar, biarkanlah. Pernahkah saat bersisir, kita merasa kok makin banyak yang rontok ya. Disisir dengan jari saja, rontoknya lumayan. Tak sampai 5 menit, kita rapikan rambut, rontok lagi. 

Kalau gitu terus, apa ga botak ya. Rambut rontok bahkan sampai botak sepetak bukan monopoli bapak-bapak usia 40-an, ibu-ibu pun kadang bisa kita liat di bagian tengah kepalanya agak menipis.

 Rambut biasanya rontok dalam jumlah yang normal, bila terus menerus rontok, mungkin ini adalah sinyal adanya masalah kesehatan dalam tubuh.

Berikut adalah beberapa ciri-ciri rambut rontok yang disebabkan oleh masalah kesehatan dalam tubuh Bunda.

1. Ketidakseimbangan hormon

Pada pola kebotakan wanita, androgen dapat menyebabkan folikel rambut lemah dan membuat rambut rontok secara berlebihan. Michele Green, MD, seorang dokter kulit kosmetik di New York City menjelaskan bahwa sensitivitas androgen dapat diperburuk selama perubahan terkait estrogen, seperti penggunaan alat kontrasepsi atau menopause.

Ada sejumlah kondisi medis yang dapat menyebabkan kerontokan rambut jenis ini. Termasuk tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kanker prostat, dan sindrom ovarium polikistik (PCOS).

2. Berbagai jenis Alopecia Areata (AA)Alopecia adalah istilah medis untuk kerontokan rambut, dan alopecia areata menggambarkan kondisi autoimun di mana sistem kekebalan menyerang dan menghancurkan rambut baru.Menurut American Academy of Dermatology Association, kondisi autoimun ini dapat menyebabkan penipisan rambut, bercak rambut rontok, beberapa kebotakan, atau kebotakan total, dan mungkin bersifat permanen.Ada banyak penyebabnya, termasuk genetika. Bicaralah dengan dokter tentang kemungkinan perawatan yang dibutuhkan.

3. Alopecia jaringan parut

Melansir dari laman WebMD, alopecia jaringan parut dapat menyebabkan kerontokan rambut secara permanen. Kondisi kulit yang meradang (Selulitis, folikulitis, jerawat) dan gangguan kulit lainnya seperti beberapa bentuk lupus dan lichen planus.

Seringkali menimbulkan bekas luka yang merusak kemampuan rambut untuk beregenarasi. Sisir yang panas dan rambut yang dijalin dan ditarik terlalu kencang juga dapat mengakibatkan kerontokan rambut permanen.

4. Tiroiditis dan lupus hashimoto

Alopecia areata hanyalah salah satu dari banyak jenis penyakit autoimun yang dapat menyebabkan kerontokan rambut. Tiroiditis dan lupus Hashimoto adalah dua contoh penyakit autoimun lain yang dapat menyebabkan kerontokan rambut.

Jenis kerontokan rambut ini mungkin tidak selalu dapat dipulihkan, terkadang bisa permanen. Meski begitu, obat-obatan dan operasi pemulihan rambut dapat membantu mengkompensasi kerontokan rambut.

5. Trauma fisik

Ketika tubuh berada di bawah tekanan fisik yang serius, siklus alami pertumbuhan dapat terganggu yang mengakibatkan kerontokan rambut, seringkali dalam bentuk penipisan rambut.

Menurut Penn Medicine, hal ini dapat menyebabkan 50 sampa 75 persen rambut rontok, terkadang berbulan-bulan setelah kejadian. Jenis kerontokan rambut ini juga dikenal sebagai teloge effluvium, dan dapat sembuh dalam enam sampai delapan bulan.

Teloge effluvium adalah penipisan rambut sementara di atas kulit kepala yang terjadi karena perubahan siklus pertumbuhan rambut.

Infeksi dan penyakit juga dapat menyebabkan kerontokan rambut. Demam tinggi atau infeksi parah, semuanya dapat menyebabkan kerontokan rambut sementara.

6. Stres

“Rambut rontok dapat dipicu oleh stres yang intens, seperti terserang penyakit atau menjalani operasi yang membuat tubuh dan pikiran ikut stres. Biasanya kerontokan rambut ini bersifat sementara dan setelah stres dikendalikan, pertumbuhan rambut normal biasanya pulih.

Selain itu,  ciri-ciri rambut rontok akibat stres biasanya berlangsung sealam tiga sampai enam bulan.

7. Trikotilomania

Sementara stres seringkali merupakan penyebab jangka pendek dari kerontokan rambut, stres atau cemas yang parah dapat dikaitkan dengan gangguan mencabut rambut atau trikotilomania.

Peneliti percaya bahwa kondisi kesehatan mental ini berkaitan dengan gangguan obsesif-komplusif dan jenis gangguan kecemasan lainnya.

Selain menarik rambut secara komplusif, tanda-tanda trikotilomania lainnya termasuk perasaan lega atau senang setelah mencabut rambut hingga ada bercak rambut rontok yang terlihat.

8. Kekurangan gizi

Kekurangan vitamin dan mineral tertentu dapat menyebabkan kerontokan rambut dan berkurangnya pertumbuhan rambut karena membantu siklus pertumbuhan rambut dan pergantian sel

Contoh kekurangan vitamin yang dapat menyebabkan kerontokan rambut termasuk protein, biotin, seng, dan zat besi yang tidak memadai.

Nutrisi yang buruk atau diet yang sangat ketat dapat menyebabkan semua jenis kekurangan nutrisi, yang pada gilirannya dapat menyebabkan kerontokan rambut, mulai dari penipisan rambut hingga kebotakan.

9. Iron deficiency anaemia

Jika memiliki Iron deficiency anaemia, kekurangan zat besi menyebabkan kekurangan sel darah merah yang sehat. Ini berarti tubuh berjuang untuk membawa oksigen ke organ penting, seperti jantung Bunda.

Ini adalah penyebab paling umum dari anemia, yang mempengaruhi sekitar 2 miliar orang di seluruh dunia. Jika melihat rambut yang kering dan rapuh, lebih banyak rontok ketika mencucinya, kelelahan, kulit pucat, dan jantung berdebat, kita perlu segera menemui dokter.

10. Tifes

Penderita tifes biasanya mengalami demam tinggi, nah demam ini menyebabkan kulit kepala kita memanas yang berimbas pada rontoknya rambut kita. Itu sebabnya sering kita jumpai mereka yang sembuh dari sakit tifes tapi rambutnya makin menipis

Nah, itulah beberapa ciri-ciri rambut rontok yang disebabkan oleh penyakit. Kita perlu hati-hati jika menemukan beberapa tanda tersebut dan segera menemui dokter untuk melakukan perawatan yang tepat.

Selain ada gangguan kesehatan, ada penyebab lain rambut rontok seperti pada mereka yang sedang menjalani kemoterapi. Kemoterapi menyebabkan kulit kepala panas sehingga rambut akan rontok, daripada rontok terus, pasien yang sedang menjalani kemoterapi banyak memilih membotakkan kepalanya. Nanti setelah kemoterapi selesai, rambut mereka akan tumbuh lagi.*

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments